Selasa, 30 April 2013

MAKALAH ISLAM DAN BUDAYA JAWA



MAKALAH
WAYANG KULIT DALAM BERSIH DESA


 



Dosen Pembimbing :
H.Muh.Mahbub, M.Si
Disusun Oleh :


Syaiful Ali Nurdin                 123111413


FAKULTAS TARBIYAH DAN BAHASA
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI SURAKARTA
2012
BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang

Budaya adalah perwujudan dari cipta,rasa dan karsa manusia, makadari itu munculnya sebuah kebudayaan sering kali sebagai jawaban atas banyak hal yang menjadi permasalahan dalam kehidupan sehari-hari.Pikiran dan perbuatan yang dilakukan manusia secara terus menerus pada akhirnya menjadi sebuah tradisi.Sejalan dengan adanya penyebaran agama, maka tradisi yang ada di masyarakat berkembang juga dipengaruhi oleh ajaran agama.Pada masyarakat jawa yang mengingat kepada Tuhan Yang Maha Esa serta meyakini adanya hal-hal yang bersifat ghaib.
Berbagai macam cara dilakukan untuk menunjukan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas anugrah yang telah diberikan. Salah satunya adalah tradisi Upacara Adat Bersih Desa Mbah KetibDurahman di Desa Suruh, Kecamatan Tasikmadu, Kabupaten Karanganyar.Upacara ini rutin dilakukan satu tahun sekali dengan mengadakan pertunjukan wayang kulit.Hal ini diyakini agar hasil panen tahun depan terus meningkat, para warganya terhindar dari malapetaka dan desa terbebas dari bencana.
Di dalamnya selain terdapat ucapan syukur tetapi juga terdapat interksi sosial antara warga desa dengan yang lainnya, interaksi antara manusia dengan Tuhannya dan juga ada interaksi manusia dengan dunia lain yang hidup berdampingan dengan manusia seperti roh dan para arwah leluhur dan sebagai akhir tradisi terdapat pertunjukan wayang yang menjadi hiburan bagi warga. Bersih desa ini memiliki makna yang luas bagi masyarakat yang mempercayai dan yang mempunyai tradisi ini.

1.2  Tujuan Penulisan
a.       Mengetahui pengertian wayang kulit.
b.      Mengetahui pengertian bersih desa.
c.       Mengetahui profesi dalam bersih desa.
d.      Mengetahui nilai-nilai dalam bersih desa.
e.       Mengetahui akulturasi tradisi bersih desa sekarang.

1.3  Rumusan Masalah

a.       Pengertian wayang kulit ?
b.      Pengertian bersih desa ?
c.       Apa saja profesi dalam bersih desa ?
d.      Apa saja nilai-nilai dalam bersih desa ?
e.       Bagaimana akulturasi tradisi bersih desa sekarang?
































BAB II
PEMBAHASAN
1.      Pengertian Wayang Kulit

Wayang kulit adalah seni tradisional Indonesia yang terutama berkembang di Jawa.Wayang berasal dari kata Ma Hyangyang artinya menuju kepada roh spiritual, dewa, atau Tuhan Yang Maha Esa.Ada juga yang mengartikan wayang adalah istilah bahasa Jawa yang bermakna bayangan, hal ini disebabkan karena penonton juga bisa menonton wayang dari belakang kelir atau hanya bayangannya saja.
Wayang kulit dimainkan oleh seorang dalang yang juga menjadi narator dialog tokoh-tokoh wayang, dengan diiringi oleh musik gamelan yang dimainkan sekelompok nayaga dan tembang yang dinyanyikan oleh para pesinden. Dalang memainkan wayang kulit di balik kelir, yaitu layar yang terbuat dari kain putih, sementara di belakangnya disorotkan lampu listrik atau lampu minyak (blencong), sehingga para penonton yang berada di sisi lain dari layar dapat melihat bayangan wayang yang jatuh ke kelir. Untuk dapat memahami cerita wayang(lakon), penonton harus memiliki pengetahuan akan tokoh-tokoh wayang yang bayangannya tampil di layar. Secara umum wayang mengambil cerita dari naskah Mahabharata dan Ramayana,

2.      Pengertian Bersih Desa

3.      þÎTrãä.øŒ$$sùöNä.öä.øŒr&(#rãà6ô©$#urÍ<ŸwurÈbrãàÿõ3s?ÇÊÎËÈ
Artinya :Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu[1], dan  bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku

Bersih desa yaitu salah satu upacara adat Jawa yang diselenggarakan setelah panen padi dengan maksud untuk mengucapkan rasa syukur atas hasil panen dan menjauhkan warga desa dari malapetaka atau bala.Tradisi ini kadang juga disebut dengan tradisi mreti desadan biasa digabung dengan upacara adat sedekah bumi atau mreti bumi.Masing-masing daerah mempunyai tata cara dan profesi upacara masing-masing tapi tujuannya sama.
Di zaman dahulu upacara adat ini dikaitkan dengan Dewi Sri yang dianggap sebagai dewi padi karena keberhasilan panen itu hasil dari kemurahan dari Dewi Sri yang wajib disyukuri.
Adapun tujuan dilakukan bersih desa Mbah KetibDurahman di Desa Suruhadalah sebagai berikut :
a.       Untuk mengucapkan rasa syukur kepada Tuhan yang sudah memberi hasil panen padi yang melimpah.
b.      Untuk menjaga keselamatan para warga Desa Suruhdari gangguan hal-hal ghaib, roh atau arwah yang gentayangan, juga dari gangguan penyakit dan bencana
c.       Untuk membersihkan desa Desa Suruh dari malapetaka dan supaya keadaannya menjadi lebih tentram dan aman.

3.      Profesi Bersih Desa
Prosesi  Tradisi Bersih desa  biasannya dilakukan dibulan Sapar,  tepatnya bersih desa Mbah KetibDurahman di Desa Suruh, Kecamatan Tasikmadu, Kabupaten Karanganyardilaksanakan pada hari Jum’at Pahing Sasi Sapar.
Kegiatan diawali dengan adanya pengumuman tentang diadakannya kegiatan bersih desa dari kelurahan kemudian disampaikan kepada masyarakat.Kemudian setelah hari dan waktu ditentukan masyarakat bergotong royong untuk melakukan kegiatan bersih- bersih dilingkungan sekitar desa, diantaranya membersihkan jalan- jalan sepanjang desa dan disekitar desa  kemudian  membersihkan makam.
Dalam hal ini membersih makam dan jalan – jalan disekitar desa  juga dikenal dengan nama “Gugur gunung”. Kegiatan bersih- bersih itu dilakukan semua masyarakat  baik perempuan atau lelaki, biasanya untuk ibu – ibu membersihkan jalan – jalan yang sekitar rumah sedangkan yang bapak- bapak lebih ketampat yang lain seperti makam, jalan menuju persawahan, dan lain sebagaianya. Setelah kegiatan bersih – bersih atau gugur gunung itu selesai, ibu- ibu yang sudah selesai biasanya berkumpul dirumah Lurah yakni kepala desa untuk bersama memasak,atau dikenal kalau didesa wakah dengan nama “rewang”. Masakan ini biasanya dimakan pada saat penutupan bersih desa. Sedangkan Bapak- bapak biasanya membereskan tempat yang akan diganakan untuk pertunjukan wayang. Karena dalam tradisi bersih desa di Desa Suruh ini biasanya ditutup dengan pertunjukan wayang di lahan yang luas.Pada malam tersebut semua warga ikut serta dalam acara tersebut, biasanya acara tersebut dimulai setelah isya’ dibuka dengan sambutan-sambutan kemudian sedikit karawitan karena di Deasa Suruh terdapat gamelan jaman dulu yang masih biasa dimainkan oleh orang – orang tua. Setelah acara tersebut sampai pada puncaknya yaitu pertunjukan wayang..ketika seorang dalang sudah memulai atau “goro-goro” sudah dimulai biasanya para warga sudah mulai banyak yang datang untuk melihat.
            Dalam Tradisi ini sangat kental dengan nilai kebersamaan karena semua lapisan masyarakat ikut terlibat didalamnya.karena itu tradisi ini perlu dilestarikan.

4.      Nilai-nilai dalam bersih desa
Pemahaman masyarakat terhadap tradisi Bersih DesaMbah KetibDurahman di Desa Suruhrelatif normal, dengan adanya kesadaran yang tinggi dan keyakinan mereka semua atau pemahaman masyarakat. Tradisi Bersih Desa  merupakan kewajiban yang harus ditunaikan dan menurut warga masyarakat wakah banyak sekali berkah dan manfaatnya bagi perubahan hidup masyarakat juga merupakan sarana untuk memohon hajad (keingginan) agar Tuhan Yang Maha Esa melimpahkan rejeki dan keselamatan kepada masyarakat DesaSuruh. Partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan tradisi Bersih Desa antara lain dalam mempersiapkan pelaksanaan Bersih Desa, menyediakan keperluan pelaksanaan Bersih Desa, menjaga ketertiban pada pelaksanaan Bersih Desa, pelestarian dan pengembangan budaya pada tradisi Bersih Desa. Nilai pendidikan dalam tradisi Bersih Desa adalah dengan adanya kebersamaan tanpa memandang status sosial, karena dihadapan Tuhan semua manusia adalah sama. Nilai sosial pada Bersih Desa adalah bahwa perayaan tradisi tersebut akan mendatangkan suatu pengaruh yang kuat berkenaan dengan kehidupan sosial budaya. Nilai religius pada tradisi Bersih Desa  adalah untuk lebih meningkatkan kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa dan pengucapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena telah diberi berkah serta pertolongan di masa sekarang dan akan datang.Perayaan tradisi Bersih Desa  bagi masyarakat wakah mempunyai dampak bagi masyarakat sekitarnya. Dampak dalam bidang ekonomi pengucapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena telah diberi berkah dan pertolongan selama satu tahun dan mengharap ditahun yang akan datang menjadi lebih baik. Dampak dalam bidang sosial budaya yaitu adanya kebersamaan dalam memberikan simpatinya dalam menyelenggarakan tradisi Bersih Desa  ini dapat mempersatukan kelompok-kelompok dalam ikatan yang paling erat untuk hidup bersama dalam kerukunan. Semua ini merupakan gambaran pola hidup gotong royong yang sangat kental bagi masyarakat Indonesia. Dampak dalam bidang religius yaitu pemahaman masyarakat terhadap tradisi Bersih Desa , merupakan ajaran turun temurun dari para leluhur dalam rangka mensyukuri karunia Tuhan Yang Maha Esa.

5.      Akulturasi tradisi bersih desa sekarang
Akulturasi adalah  pengambilan atau penerimaan satu atau beberapa unsur kebudayaan yang berasal dari pertemuandua atau beberapa kebudayaan yang saling berinteraksi[2].Harapan pada masa depan yang lebih cermelang, disamping harus dilakukan dengan pendekatan ilmiah rasional yang serba kasat mata, perlu juga dilakukan pendekatan  adikodrat/supranatural yang bersifat spiritual. Upacara bersih desa termasuk kegiatan batiniah yang bertujuan untuk mendapatkan ridho allah, kegiatan bersih desa menjadi tradisi hampir seluruh kehidupan di pedusunan Jawa. Bahkan ada yang meyakini bahwa bersih desa merupakan syarat spiritual yang wajib dan jika dilanggar akan mendapatkan ketidakberkahan / kecelakaan.
Pagelaran wayang kulit diadakan di banyak kota dan desa.Mereka percaya bahwa cara terbaik untuk mangayubagya/ memperingati bersih desa yaitu dengan menonton pertunjukan wayang kulit dimana para penonton akan menerima nasihat-nasihat berharga mengenai kehidupankelakuan baik dan ajaran spiritual.[3]
Agama adalah sistem total dan kehadiran, agama sering dua muka ; eksklusif, partikularis dan primordial. Islam juga ilmiah, rasional, melepaskan penganut dari belenggu kepercayaan naturalis mistis, kurafat dst. Namun agamajuga kaya akan identitas yang bersifat inklusif universalis dan mengatasi sehubungan hal itu maka pendekatan agama pun tidak tunggal, ada purifikatif/pendekatan konflik dan ada pendekatan sinkretik /pendekatan akomodatif reformatif, kondisional, apresiasif sesuai dengan keadaan yang dihadapi.
Pendekatan purikatif adalah islam sebagai agama membutuhkan dukungan cara berfikir rasional dan ilmiah. Tanpa itu, tauhid islambisa tumpul tarselubung dalam berbagai metodologi yang serba khurafat.
Pendekatan akomodatif reformatif pendekatan yang cenderung lebih menangkap ideal moralnya daripada aspek legal formalnya. Kelebihan model ini adalah memahami islam yang cenderung kontekstual, lentur, respektif, dan apresiatif terhadap budaya-budaya local.[4]




























BAB III
PENUTUP
1.      Daftar Pustaka

Purwadi.2005.Upacara Tradisional Jawa. Penerbit Pustaka Pelajar. Yogyakarta

H.M Murlich dan Muhanmad Damami. 2007.Adat dan islam dalam khasana budaya kraton Yogyakarta.Yayasan Kebudayaan Islam Indonesia.Yogyakarta

Khadziq.2009.Islam dan Budaya Lokal.Teras.Yogyakarta

www.google.co.id/profesi -bersih-desa/doc

2.      Kesimpulan
Bersih desa yaitu salah satu upacara adat Jawa yang diselenggarakan setelah panen padi dengan maksud untuk mengucapkan rasa syukur atas hasil panen dan menjauhkan warga desa dari malapetaka atau bala.












[1]Maksudnya: Aku limpahkan rahmat dan ampunan-Ku kepadamu.

[2] Khadziq, Islam dan Budaya Jawa (Yogyakarta:Teras, 2009), hal 88.
[3] Purwadi, Upacara Tradisional Jawa (Yogyakarta:Pustaka Pelajar, 2005),hal 22.
[4] Muhammad Damami Zein, Adat dan Islam dalam Khasanah Budaya Kraton Yogyakarta(Yayasan Kebudayaan Islam Indonesia, 2007), hal 3

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar